Menu
Close
International

International

Streaming Dominasi TV Tradisional: Pergeseran Kebiasaan Menonton di Era Digital

Streaming Dominasi TV Tradisional: Pergeseran Kebiasaan Menonton di Era Digital

Smallest Font
Largest Font

Televisi terus berkembang, beradaptasi dengan perubahan zaman. Penonton semakin meninggalkan jadwal tetap saluran tradisional dan beralih ke streaming, yang menawarkan konten kapan saja dan di perangkat apa saja. Transformasi yang tenang namun mendalam ini membentuk kembali kebiasaan konsumsi, model ekonomi audiovisual, dan bahkan bahasa program.

Pergeseran dari Palinsesto Tradisional

Hingga beberapa tahun lalu, jadwal TV adalah kompas harian, mengatur waktu berita, acara utama malam Senin, dan film Sabtu. Namun, bagi generasi muda, struktur waktu ini terasa ketinggalan zaman. Pemirsa modern ingin memutuskan apa, kapan, dan bagaimana mereka menonton. Smartphone, tablet, smart TV, dan komputer telah membuat layar menjadi perangkat yang selalu ada, melepaskannya dari ruang keluarga dan batasan waktu.

Pada awal tahun 2025, Italia memiliki lebih dari 20,7 juta televisi yang terhubung ke internet, bukti meningkatnya preferensi untuk konten on demand.

Kebangkitan Platform Streaming

Platform streaming seperti Netflix, Amazon Prime, Disney+, dan Discovery telah menangkap dan mempercepat perubahan ini. Mereka menawarkan katalog yang luas, produksi orisinal, dan musim lengkap yang dirilis sekaligus. Binge-watching, atau menonton beberapa episode berturut-turut, telah menjadi kebiasaan umum, kontras dengan logika mingguan TV tradisional. Ini bukan hanya tentang kenyamanan, tetapi juga tentang konsep hiburan yang lebih personal dan kurang dimediasi.

Untuk pertama kalinya, secara global dan dengan dampak yang jelas di Italia, waktu yang dihabiskan di platform streaming telah melampaui waktu yang dihabiskan untuk siaran TV dan TV kabel jika digabungkan. Konten mengalahkan saluran, pengalaman mengalahkan program.

Berita On Demand

Pergeseran ini juga memengaruhi konsumsi berita. Sementara berita TV tetap menjadi referensi bagi sebagian pemirsa, terutama orang dewasa, konsumsi berita on demand semakin meningkat: klip pendek, analisis mendalam, dan podcast video. Aliran linier kehilangan pusatnya, digantikan oleh konten modular yang mudah diakses dan dibagikan di media sosial dan platform digital.

Tantangan Bagi Penyiar Tradisional

Penyiar TV menghadapi tantangan ganda. Di satu sisi, mereka harus mempertahankan audiens yang menua. Di sisi lain, mereka harus menemukan kembali diri mereka sendiri agar tetap relevan. Hal ini menyebabkan lahirnya platform milik sendiri, saluran digital, dan penawaran hibrida yang menggabungkan siaran langsung dan on demand. Namun, transisi ini tidak mudah. Model periklanan tradisional berjuang untuk beradaptasi dengan ekosistem yang terfragmentasi di mana perhatian adalah sumber daya yang langka dan diperebutkan.

Televisi Sebagai Pengalaman Kolektif

Penurunan jadwal TV tidak berarti akhir dari televisi sebagai pengalaman kolektif. Bahkan, meskipun penjualan televisi secara keseluruhan menurun, penjualan perangkat dengan diagonal 70 inci atau lebih besar telah meningkat hampir 30 kali lipat dalam delapan tahun terakhir. Televisi tetap menjadi pusat ruang keluarga, tetapi dengan fungsi yang berbeda dari masa lalu: bukan lagi altar rumah tangga untuk tontonan wajib, melainkan layar besar untuk memilih apa yang ingin ditonton.

Harga telah turun, sebagian berkat masuknya produsen Cina, dan saat ini televisi 70 inci berharga rata-rata sekitar 1.500 euro. Dengan demikian, televisi menjadi objek dekorasi, hampir seperti lukisan digital: bukan lagi layar kecil fungsional, tetapi permukaan besar yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman visual.

Berikut adalah data penjualan TV layar lebar:

Ukuran LayarPerubahan Penjualan (dalam 8 tahun)
70 inci atau lebihMeningkat hampir 30 kali lipat

Acara Langsung dan Film

Acara olahraga, pertunjukan besar, dan acara langsung terus menarik jutaan pemirsa pada saat yang sama: liga sepak bola, tenis, Giro d'Italia, Tour de France, Olimpiade (dengan Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina yang semakin dekat), dan program-program populer. Dalam kasus ini, TV bukan lagi kebiasaan, tetapi janji. Bahkan film mengikuti logika ini: dengan jendela distribusi yang semakin pendek, banyak film ditonton di rumah, tetapi lebih disukai di layar raksasa daripada di layar smartphone.

Perubahan Budaya

Perubahan yang sebenarnya lebih bersifat budaya daripada teknologi. Audiens tidak lagi pasif: mereka memilih, berhenti, berkomentar, dan pergi. Kesetiaan pada saluran digantikan oleh kesetiaan pada konten, genre, atau seri. Lebih sedikit televisi yang dinyalakan karena kebiasaan, lebih banyak streaming karena pilihan.

Pengaruh Perubahan Budaya pada Konsumsi Media

AspekPerubahan
Peran AudiensDari pasif menjadi aktif (memilih, mengomentari, dll.)
KesetiaanDari saluran ke konten/genre
Motivasi MenontonDari kebiasaan menjadi pilihan

Masa Depan Audiovisual

Masa depan audiovisual tampaknya ditandai dengan koeksistensi asimetris: jadwal tradisional akan terus ada, tetapi sebagai salah satu dari sekian banyak opsi. Pusatnya bukan lagi saluran, melainkan pemirsa. Dan dialah, dengan remote control atau lebih tepatnya, dengan layar sentuh, yang memutuskan apa yang benar-benar layak untuk waktunya.

Perbandingan Kebiasaan Menonton

Berikut adalah perbandingan antara kebiasaan menonton TV tradisional dan streaming:

AspekTV TradisionalStreaming
JadwalTetapSesuai permintaan
KontenTerbatasLuas
PengalamanDimediasiPersonal
PilihanTerbatasLuas

Dampak Peningkatan Penggunaan Streaming

Area DampakDeskripsi
Ekonomi AudiovisualModel pendapatan baru berbasis langganan dan iklan digital.
Bahasa ProgramFormat baru seperti serial pendek dan konten interaktif.
Kebiasaan KonsumsiFleksibilitas waktu dan tempat dalam menonton konten.

Perkembangan Teknologi Layar

Selain perubahan dalam cara kita mengonsumsi konten, teknologi layar juga mengalami perkembangan pesat. Peningkatan ukuran layar dan penurunan harga telah membuat televisi menjadi pusat hiburan di rumah. Berikut adalah tren utama dalam teknologi layar:

TrenDeskripsi
Ukuran Layar MeningkatTelevisi dengan layar 70 inci atau lebih menjadi semakin populer.
Harga TurunPersaingan dari produsen Cina telah menurunkan harga televisi.
Fungsi GandaTelevisi berfungsi sebagai pusat hiburan dan objek dekorasi.

Adaptasi Model Iklan

TantanganSolusi
Ekosistem TerfragmentasiMenargetkan iklan berdasarkan minat dan perilaku pengguna.
Perhatian TerbatasMembuat iklan yang lebih menarik dan relevan.
Pengukuran EfektivitasMenggunakan analitik untuk melacak kinerja iklan.

Strategi Broadcaster Tradisional

Penyiar tradisional perlu beradaptasi dengan lanskap media yang berubah. Beberapa strategi yang dapat mereka gunakan meliputi:

  • Mengembangkan platform streaming sendiri.
  • Menawarkan konten on demand.
  • Membuat program yang lebih interaktif.
  • Berfokus pada acara langsung dan olahraga.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow