Menu
Close
International

International

Harapan Perdamaian Ukraina Tekan Saham Pertahanan, Wall Street Melemah

Harapan Perdamaian Ukraina Tekan Saham Pertahanan, Wall Street Melemah

Smallest Font
Largest Font

Harapan akan adanya perdamaian di Ukraina memberikan tekanan pada saham-saham sektor pertahanan di seluruh Eropa, termasuk Rheinmetall dan Leonardo, serta memicu penurunan di Wall Street. Di sisi lain, bursa Piazza Affari mengalami kenaikan pada saham Diasorin, dengan spread di bawah angka 68. Logam mulia seperti emas dan perak mengalami penurunan tajam, begitu pula dengan platina dan paladium.

Kinerja Bursa Eropa dan Wall Street

Bursa-bursa Eropa menutup perdagangan hari ini dengan pergerakan yang cenderung terbatas, menjelang akhir tahun 2025 dengan catatan keuntungan tahunan yang kuat. Aksi ambil untung membebani Wall Street pada sesi pagi di Amerika, sekaligus menyeret turun harga logam-logam berharga, meskipun secara keseluruhan masih mencatatkan kinerja yang baik sepanjang tahun ini. Fokus utama pada sisa pekan ini adalah rilis data klaim tunjangan pengangguran mingguan di AS dan risalah pertemuan terakhir Federal Reserve, di mana investor akan mencari petunjuk baru terkait kebijakan moneter AS pada tahun 2026.

Piazza Affari Tertekan Saham Pertahanan

Piazza Affari menjadi yang berkinerja terburuk dengan penurunan sebesar 0,38% dan kembali ke level 44.436 poin, terutama akibat aksi jual pada saham-saham sektor pertahanan di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Ukraina. Situasi ini digambarkan sebagai paradoks antara kecepatan kura-kura dan Achilles.

Bursa Milan bersiap untuk menempati posisi teratas di antara bursa-bursa Eropa terbaik selama tiga tahun berturut-turut, dengan pertumbuhan sekitar 30%, hanya di belakang Madrid. Besok adalah hari terakhir perdagangan tahun 2025 untuk bursa Milan, sementara Wall Street tetap buka hingga hari Rabu. Di Eropa, Frankfurt dan London cenderung stagnan, sementara Paris naik tipis 0,1% dan Madrid 0,09%. Amsterdam mencatatkan kinerja yang lebih baik dengan kenaikan 0,51%.

Wall Street Terpengaruh Pelemahan Sektor AI dan Pertambangan

Wall Street diperdagangkan di zona merah (DJ -0,5%, S&P 500 -0,45%, Nasdaq -0,65%), mengikuti pelemahan saham-saham di sektor kecerdasan buatan (AI). Sektor ini sebelumnya mendorong indeks-indeks AS mencetak rekor demi rekor sepanjang tahun ini. Menjelang pergantian tahun, beberapa investor memilih untuk merealisasikan keuntungan, di tengah kekhawatiran akan potensi gelembung di sektor ini. Saham-saham pertambangan juga mengalami penurunan seiring dengan jatuhnya harga logam.

Logam Mulia Terkoreksi Setelah Reli Panjang

Logam-logam mulia menjadi yang paling terpukul menjelang akhir tahun, setelah mencatatkan kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir dan mencapai rekor tertinggi beberapa jam sebelumnya. Saat ini, harga emas turun lebih dari 4%, baik di pasar spot maupun future, setelah sempat menembus 4.500 dolar AS per ounce, kini berada di level 4.332,01 dan 4.347,65 dolar AS. Meski demikian, emas diperkirakan akan menutup tahun terbaiknya sejak 1979, dengan kenaikan lebih dari 70%.

Harga perak, yang sempat mencapai 82,615 dolar AS, kini diperdagangkan di 70,858 dolar AS dengan penurunan 8,21%. Namun, logam ini tetap menjadi investasi yang menguntungkan dengan kenaikan harga sekitar 160% sejak awal tahun. Penurunan juga dialami oleh tembaga (-4,31%), platina (-14,53%), dan paladium (-17,16%). Sebaliknya, harga minyak mentah naik lebih dari 2%, didorong oleh ketidakpastian geopolitik. Brent diperdagangkan di 61,60 dolar AS per barel, dan WTI di 58,19 dolar AS.

Sektor Pertahanan dan Perbankan Tertekan

Telecom (-2,17%), Leonardo (-1,96%), dan Fincantieri (-1,72%) menjadi blue chip dengan kinerja terburuk pada hari ini. Saham-saham sektor pertahanan mengalami tekanan di seluruh Eropa, meskipun mencatatkan kenaikan yang signifikan sepanjang tahun ini. Di Italia, saham-saham tersebut masing-masing naik sekitar 83% dan 135%. Saham Tim juga mencatatkan kinerja tahunan yang baik (+107%), sehingga tidak mengherankan jika hari ini berada di bagian bawah daftar.

Kinerja Saham Sektor Pertahanan di Italia

EmitenKenaikan Tahunan
Leonardo83%
Fincantieri135%
Tim107%

Sektor Perbankan Bervariasi, Diasorin Cetak Kenaikan

Sektor perbankan mengalami kesulitan untuk menemukan arah yang jelas pada sesi ini, meskipun secara keseluruhan mencatatkan kinerja yang baik sepanjang tahun ini. Di antara blue chip dengan kinerja terburuk pada hari ini adalah Unicredit (-0,87%) dan Bper (-0,91%). Kenaikan dipimpin oleh Diasorin (+3%), yang merayakan persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) AS untuk panel pernapasan molekuler 4-plex (pada platform Liason Nes) yang mampu mendeteksi influenza A dan B, RSV, dan SARS-CoV-2 dalam waktu sekitar 15 menit. Saham ini juga diuntungkan dari aksi recovering menjelang penutupan tahun yang kurang baik, dengan saldo negatif lebih dari 30%.

Kinerja Sektor Perbankan

EmitenPerubahan
Unicredit-0,87%
Bper-0,91%
Diasorin+3%

Nexi naik 1,72% setelah CEO Worldline mengatakan bahwa grup Prancis tersebut tidak melihat adanya merger dengan perusahaan fintech Italia tersebut. Inwit naik 1,55% dan Campari naik 1,1%. Saham-saham utility juga mengalami kenaikan, dimulai dari Enel +0,51%. Di luar indeks utama, Aeffe melonjak 16,8%.

Kinerja Saham Pilihan

EmitenPerubahan
Nexi+1,72%
Inwit+1,55%
Campari+1,1%
Enel+0,51%
Aeffe+16,8%

Spread Obligasi Italia Menurun

Di pasar obligasi, spread antara Btp (obligasi pemerintah Italia) bertenor 10 tahun dan Bund (obligasi pemerintah Jerman) dengan durasi yang sama turun menjadi 63 basis poin (-2,72%), dengan imbal hasil masing-masing berada di 3,46% dan 2,83%.

Perbandingan Imbal Hasil Obligasi

Jenis ObligasiImbal HasilPerubahan
Btp 10 Tahun3,46%-2,72%
Bund 10 Tahun2,83%-

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pasar

Harapan Perdamaian Ukraina

Harapan akan adanya resolusi damai untuk konflik di Ukraina menjadi faktor utama yang menekan saham-saham pertahanan. Investor bereaksi terhadap potensi penurunan permintaan untuk produk dan layanan militer jika perdamaian tercapai.

Kebijakan Moneter AS

Investor menantikan risalah pertemuan Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk tentang kebijakan moneter AS di masa depan. Spekulasi mengenai kenaikan suku bunga atau pengurangan stimulus dapat memengaruhi sentimen pasar.

Kondisi Geopolitik

Ketegangan geopolitik, termasuk serangan drone baru-baru ini di dekat kediaman Putin, terus memantau pasar. Ketidakpastian ini dapat menyebabkan volatilitas dan mempengaruhi harga komoditas seperti minyak.

Perkembangan Sektor Teknologi

Kinerja sektor teknologi, khususnya saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI), memiliki dampak signifikan terhadap pasar saham secara keseluruhan. Kekhawatiran tentang potensi gelembung di sektor ini dapat memicu aksi jual.

Data Ekonomi AS

Rilis data ekonomi AS, seperti klaim tunjangan pengangguran mingguan, memberikan wawasan tentang kesehatan ekonomi dan dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan The Fed.

Analisis Pasar secara Keseluruhan

Secara keseluruhan, pasar keuangan menunjukkan reaksi beragam terhadap berbagai faktor yang saling bertentangan. Harapan perdamaian di Ukraina memberikan sentimen positif, namun diimbangi oleh kekhawatiran tentang inflasi, suku bunga, dan potensi gelembung di sektor teknologi. Investor terus memantau perkembangan geopolitik dan data ekonomi untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow